Tinggal tersisa waktu sekitar 10 bulan, masyarakat Provinsi Jjambi akan kembali berada pada situasi pergolakan politik. Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur akan kembali menyita perhatian kita semua. Menyikapi hal tersebut tentu di butuhkan kedewasaan dan wawasan berdemokrasi yang tinggi bagi seluruh warga masyarakat agar kelak akan terpilih seorang pemimpin yang amanah dan mampu berbuat untuk kesejahteraan rakyat.
Saat ini tentu sudah semakin banyak kandidat atau calon yang mulai bersosialisasi menawarkan program, visi dan misi mereka. Sebagai rakyat yang merupakan pengambil keputusan ahir, tentu kita harus mampu untuk membedakan mana program yang logis dan mana program yang hanya janji belaka. Kita di tuntut untuk tidak cepat terbuai oleh janji dan rayuan para calon pemimpin tersebut.
Hal-hal yang harus menjadi pertimbangan kita kedepan ( menurut penulis ) antara lain adalah apakah sang calon ada konplik kepentingan antara tugas yang kelak akan ia emban dengan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Kemudian masalah Leadership, apakah calon pemimpin tersebut punya kemampuan untuk memimpin atau baru sebatas ada kemauan.
Pemimpin Jambi ke depan tentunya harus seorang yang visioner, muda dan terbukti mampu. Masyarakat tentu mendambakan seorang pemimpin yang puya ide-ide cemerlang yang ahirnya bermuara pada kepentingan rakyat Jambi secara keseluruhan. Kita tentu tidak menginginkan adanya pembagian jatah wilayah seperti Jambi wilayah barat, Timur, Selatan dan sebagainya. Jambi adalah satu kesatuan yang utuh, sehingga pembangunan di Kota Jambi, Muaro Jambi dan sekitarnya tidak harus menunggu orang Kota Jambi atau Muaro Jambi menjadi Gubernur baru akan maksimal. Demikian juga wilayah lainnya.
Jambi 5 tahun yang akan datang harus segera beranjak guna mengejar ketertinggalan dari Provinsi lain di Sumatera. Sektor pertanian adalah salah satu hal yang harus segera di tingkatkan. Pemerintah harus membuat terobosan barru seperti misalnya membuka Pekebunan Karet seluas-luasnya yang kemudian di berikan kepada rakyat dengan system kredit, dimana masyarakat yang mendapatkan jatah kebun karet tersebut wajib mencicil setelah kebun karet berhasil. Hal tersebut pernah terjadi di Daerah Muara Enim Sumatera Selatan dan terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
Semoga dimasa yang akan datang kita tidak lagi melihat bayaknya lahan tidur, yang kemudian di garap oleh pengusaha-pengusaha besar. Pemerintah harus berani berinvestasi di bidang pertanian yang pada ahirnya akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang di pimpinnya.
Dari impian –impian di atas kemudian mari sejenak kita melihat program Gerakan Turun Kesawah yang merupakan salah satu program yang di canangkan oleh Bupati Sarolangun, HBA. Gerakan tersebut ternyata telah berhasil memanfaatkan lahan tidur untuk di cetak menjadi sawah baru yang pada ahirnya mampu meningkatkan produksi beras di Kabupaten Sarolangun. Visi pemimpin seperti inilah yang diharapkan mampu merubah Jambi kearah yang jauh lebih baik.
Visi seorang pemimpin adalah awal keberhasilan bagi kepemimpinannya. Tentu visi yang di maksud di sini adalah visi yang baik, yang juga diawali dengan niat dan cara-cara yang baik. Untuk itu dalam menentukan seorang pemimpin Jambi ke depan mari kita hindari praktek-praktek yang tidak Demokratis. Kita berharap Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur tidak melakukan praktek kotor demi merebut kekuasaan. Money Politic dan pengerahan kekuatan Birokrasi harus menjadi focus pengawasan kita bersama.
Jangan beli suara rakyat, jangan janjikan jabatan untuk Birokrat. Cukup sudah rakyat di bodohi dan di telantarkan ketika seorang pemimpin yang terpilih karena kekotoran tersebut kemudian sibuk mengurusi JOB dan NON JOB seorang PNS, bukan mengurusi Rakyat. Dilain pihak Rakyatpun harus semakin cerdas untuk melihat bahwa uang yang di berikan ketika seorang calon pemimpin berkampanye ternyata merupakan Jawaban dari harapan yang kita gantungkan padanya. Karena itu ketika kita berharap lebih banyak ternyata jawabannya itu-itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar