Jumat, 12 November 2010

Hacker Cantik dan Terseksi Sedunia curi Uang US$35 juta


Kristina Svechinskaya menjadi dalang pencurian uang senilai US$35 juta dari rekening bank di Amerika Serikat. Untuk saat ini dia berpredikat "hacker paling seksi sedunia" gak hanya seksi dan cantik modalnya, juga pergaulan dan kepandaiannya dibidang IT mampu membobol bank di Amerika Serikat dengan modus memanfaatkan virus "Zeus Trojan" dan beberapa trojan lainnya untuk membajak komputer Sasaran. Dengan cara itu, para hacker komplotannya memantau aktivitas komputer korban, mencuri nomor rekening bank dan password. Dengan modal itu, mereka lalu mengambil uang jutaan dolar dari rekening korban.

Svechinskaya tidak melakukan kejahatannya sendiri tapi dibantu 37 teman Hacker lainnya. Svechinskaya juga berperan sebagai perantara yang mendapatkan komisi 10 persen dari uang curian yang ditransfer oleh hacker lainnya.

Svechinskaya yang masih berusia 21 tahun, bahkan disejajarkan dengan mata-mata cantik, Anna Chapman, yang sempat mengebohkan dunia. Apalagi, dua wanita menarik ini sama-sama berasal dari Rusia. Svechinskaya terancam menghuni Bui 40 tahun atas dugaan kasus pembobolan bank dan menggunakan paspor palsu.

Seperti dimuat situs Daily Mail, Rabu 13 Oktober 2010, uang hasil curian itu lalu ditransfer ke ratusan rekening bank palsu milik perantara di Amerika Serikat yang menerima dan mencuci uang hasil kejahatan cyber.

Senin, 13 Juli 2009

UNTUK JAMBI 2010

Tinggal tersisa waktu sekitar 10 bulan, masyarakat Provinsi Jjambi akan kembali berada pada situasi pergolakan politik. Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur akan kembali menyita perhatian kita semua. Menyikapi hal tersebut tentu di butuhkan kedewasaan dan wawasan berdemokrasi yang tinggi bagi seluruh warga masyarakat agar kelak akan terpilih seorang pemimpin yang amanah dan mampu berbuat untuk kesejahteraan rakyat.

Saat ini tentu sudah semakin banyak kandidat atau calon yang mulai bersosialisasi menawarkan program, visi dan misi mereka. Sebagai rakyat yang merupakan pengambil keputusan ahir, tentu kita harus mampu untuk membedakan mana program yang logis dan mana program yang hanya janji belaka. Kita di tuntut untuk tidak cepat terbuai oleh janji dan rayuan para calon pemimpin tersebut.

Hal-hal yang harus menjadi pertimbangan kita kedepan ( menurut penulis ) antara lain adalah apakah sang calon ada konplik kepentingan antara tugas yang kelak akan ia emban dengan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Kemudian masalah Leadership, apakah calon pemimpin tersebut punya kemampuan untuk memimpin atau baru sebatas ada kemauan.

Pemimpin Jambi ke depan tentunya harus seorang yang visioner, muda dan terbukti mampu. Masyarakat tentu mendambakan seorang pemimpin yang puya ide-ide cemerlang yang ahirnya bermuara pada kepentingan rakyat Jambi secara keseluruhan. Kita tentu tidak menginginkan adanya pembagian jatah wilayah seperti Jambi wilayah barat, Timur, Selatan dan sebagainya. Jambi adalah satu kesatuan yang utuh, sehingga pembangunan di Kota Jambi, Muaro Jambi dan sekitarnya tidak harus menunggu orang Kota Jambi atau Muaro Jambi menjadi Gubernur baru akan maksimal. Demikian juga wilayah lainnya.

Jambi 5 tahun yang akan datang harus segera beranjak guna mengejar ketertinggalan dari Provinsi lain di Sumatera. Sektor pertanian adalah salah satu hal yang harus segera di tingkatkan. Pemerintah harus membuat terobosan barru seperti misalnya membuka Pekebunan Karet seluas-luasnya yang kemudian di berikan kepada rakyat dengan system kredit, dimana masyarakat yang mendapatkan jatah kebun karet tersebut wajib mencicil setelah kebun karet berhasil. Hal tersebut pernah terjadi di Daerah Muara Enim Sumatera Selatan dan terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana

Semoga dimasa yang akan datang kita tidak lagi melihat bayaknya lahan tidur, yang kemudian di garap oleh pengusaha-pengusaha besar. Pemerintah harus berani berinvestasi di bidang pertanian yang pada ahirnya akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang di pimpinnya.

Dari impian –impian di atas kemudian mari sejenak kita melihat program Gerakan Turun Kesawah yang merupakan salah satu program yang di canangkan oleh Bupati Sarolangun, HBA. Gerakan tersebut ternyata telah berhasil memanfaatkan lahan tidur untuk di cetak menjadi sawah baru yang pada ahirnya mampu meningkatkan produksi beras di Kabupaten Sarolangun. Visi pemimpin seperti inilah yang diharapkan mampu merubah Jambi kearah yang jauh lebih baik.

Visi seorang pemimpin adalah awal keberhasilan bagi kepemimpinannya. Tentu visi yang di maksud di sini adalah visi yang baik, yang juga diawali dengan niat dan cara-cara yang baik. Untuk itu dalam menentukan seorang pemimpin Jambi ke depan mari kita hindari praktek-praktek yang tidak Demokratis. Kita berharap Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur tidak melakukan praktek kotor demi merebut kekuasaan. Money Politic dan pengerahan kekuatan Birokrasi harus menjadi focus pengawasan kita bersama.


Jangan beli suara rakyat, jangan janjikan jabatan untuk Birokrat. Cukup sudah rakyat di bodohi dan di telantarkan ketika seorang pemimpin yang terpilih karena kekotoran tersebut kemudian sibuk mengurusi JOB dan NON JOB seorang PNS, bukan mengurusi Rakyat. Dilain pihak Rakyatpun harus semakin cerdas untuk melihat bahwa uang yang di berikan ketika seorang calon pemimpin berkampanye ternyata merupakan Jawaban dari harapan yang kita gantungkan padanya. Karena itu ketika kita berharap lebih banyak ternyata jawabannya itu-itu saja.

Jumat, 27 Februari 2009

Presiden SBY Minta HMI Tingkatkan Kesejahteraan dan Kejayaan IslamPDF | Print |
Presiden SBY berharap agar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus menerus meningkatkan peran dan aktivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara, dan kejayaan Islam. Harapan tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada  Dies Natalis Ke 62 HMI Senin malam 16 Februari 2009  di Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta.

SBY juga berharap agar dies natalis ke 62 ini dijadikan sebagai sarana refleksi dan komteplasi untuk perjalanan HMI ke depan. HMI berdiri tanggal 5 Februari 1947 dengan semangat keislaman dan keindonesiaan.

Saat tiba di tempat acara SBY disambut meriah dan hangat ribuan alumni dan anggota HMI yang datang secara bergelombang sejak sore hari dari Jakarta dan sekitarnya.

Ketua Umum PB HMI, Arip Musthopa dalam sambutannya mengatakan, anggota HMI tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 186 cabang dan ratusan ribu anggota. "Sementara alumninya tersebar di berbagai macam lembaga baik pemerintahan, dosen, LSM, pengusaha hingga aktivis partai politik, pasti ada kader HMI. Jika seluruh anggota HMI dan aLumni yang tersebar itu bergerak dan maju bersama, Indonesia pasti akan menjadi baik," ujar Arip.

Panitia kemudian menyerahkan gambar Presiden sebagai kenang-kenangan, juga menyerahkan HMI Award kepada tokoh-tokoh HMI, antara lain Akbar Tanjung, Asyumardi Azra, Jimly Jimly Assidiqie, Agus Salim Sitompul, Sulastomo, Yusuf SK, almarhum Munir dan almarhum Ahmad Wahid

Hadir bersama Presiden dalam acara ini antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo M. Nuh, Meneg BUMN Sofjan Djalil, Menegpora Adhiyaksa Dault.

Sementara alumni HMI yang hadir, Jimly Assidiqie, Akbar Tanjung dan Beddu Amang. (Anto)

Jumat, 16 Januari 2009

FPD Tolak Penghapusan Fraksi di DPR

Partai Demokrat menentang wacana pembubaran fraksi DPR. Partai pendukung utama Presiden SBY ini menganggap pihak yang mengusulkan pembubaran fraksi di DPR tak memahami logika berpikir.

"Logikanya di mana? Fraksi dihapus sama saja meniadakan jabatan Ketua DPR," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Syarief Hasan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Januari 2009 kepada detikcom.

Syarief meminta pihak yang mewacanakan pembubaran fraksi agar memahami logika penyusunan DPR. Ia menambahkan bahwa para wakil rakyat yang masuk ke DPR harus melalui jalur partai politik. Sementara kepentingan partai di DPR berdasarkan UU Susduk disalurkan lewat jalur fraksi. "Sehingga anggota DPR harus masuk ke salah satu fraksi," tambahnya.

Syarief yang akan maju menjadi caleg DPR-RI nomor urut 1 dari dapil Jawa Barat III ini menolak anggapan bahwa fraksi membatasi kinerja anggota DPR. "Kami tugasnya men-support mereka kok," ujarnya.

Partai Demokrat bukan satu-satunya yang menolak wacana pembubaran ( Dikutip dari News Demokrat 17 Jan 09 )

PENGUSAHA HARUS PUNYA HATI TURUNKAN HARGA

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada pengusaha untuk menurunkan harga dan menyesuaikannya dengan harga BBM yang telah dipangkas sebanyak tiga kali.

"BBM turun, automatis listrik turun. Kalau listrik industri turun, cost of production juga berkurang. Pengusaha ya harus punya hati. Pengusaha-pengusaha juga harus menyesuaikan harganya," ujarnya, ketika memberikan sambutan, dalam acara silaturahmi Legiun Veteran Republik Indonesia (LIRA), di Istana Negara, Jakarta, Selasa 13 Januari 2009.

Presiden juga memita restu di hadapan para veteran, agar ekonomi Indonesia bisa tetap tumbuh di tengah krisis, minimal 4,5 persen atau 5,5 persen.

"Target pertumbuhan ekonomi kita koreksi. Karena banyak negara yang tadinya tujuh persen dikoreksi dua persen. Tapi Insya Allah hanya mengoreksi hanya satu persen dari pertumbuhan," papar Presiden seperti disiarkan Okezone.

 

Jumat, 09 Januari 2009

SBY, Presiden Ideal 2009

Saya rasa tidaklah terlalu berlebihan jika saya mengatakan bahwa SBY jauh lebih ideal sebagai presiden Republik Indonesia 2009 di bandingkan calon yang lainnya. Memang ini bisa dikatakan hanya pendapat pribadi dari seorang rakyat Indonesia yang tak begitu mengerti tentang politik di Negeri ini. Namun satu hal yang pasti adalah bahwa suara rakyat adalah suara tuhan, dan saya adalah salah satu dari rakyat itu.

Tentu sebagai seorang masyarakat kecil tidaklah terlalu rumit dalam membuat keputusan tentang siapa yang terbaik untuk memimpin bangsa ini. Tidak ada intrik dan lobi lobi yang mempengaruhi pilihan hati saya. Hanya ada satu hal yang mempengaruhi yaitu hanya sekedar perbandingan dari para calon yang telah terlihat dan terdengar yakni SBY telah membuktikan, yang lain baru bercita- cita. Ibarat sebuah perjalanan, walaupun terjal dan berliku namun sekarang kepemimpinan SBY telah berada dalam perjalanan, sementara calon pemimpin yang lain baru akan merintis perjalanan itu.

Jumat, 31 Oktober 2008

MEMILIH PEMIMPIN YANG BERWIBAWA DAN NEGARAWAN SEJATI

Disebuah perempatan jalan terpampang besar sebuah baliho yang menandakan bahwa orang yang ada di dalamnya adalah seorang politisi yang sudah dapat di pastikan akan mengikuti pesta akbar lima tahunan di negeri ini.

Ya..memang bukan pemandangan asing lagi dalam beberapa bulan terahir ini bila kita melihat banyaknya baliho besar ataupun kecil yang “ menghiasi “ sepanjang jalan dan tempat – tempat strategis lainnya. Karena memang itulah fenomena yang sedang terjadi menjelang pemilu 2009 yang tinggal beberapa bulan lagi ini.

Sosialisasi guna mencari simpati dari masyarakat yang akan memilih tentu merupakan sebuah keharusan bagi para politisi yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif atau yang akan mencalonkan diri sebagai Calon Presiden 2009. Dan memasang baliho , bendera serta berbagai pernak pernik partai lainnya di pinggir jalan sepertinya masih menjadi pilihan utama bagi para politisi tersebut. Mungkin karena biaya yang di keluarkan masih lebih kecil jika di bandingkan dengan memasang iklan di media massa. Namun sebuah konsekuensi tentu harus kita terima bahwa kota kita akan menjadi lebih semrawut oleh iklan politik tersebut.

Lalu efektifkah pemasangan baliho di pinggir jalan itu untuk merebut hati rakyat  ? Dalam hal ini penulis tentu tidak akan menjawabnya, karena memang itu menjadi bagian dari pekerjaan lembaga survey untuk mencoba mencari jawabnya.

Namun satu hal yang cukup mengherankan dari pemasangan iklan politik dari para politisi itu adalah masih besarnya ketidakpercayaan diri pada diri mereka. Tentu hal ini tidak berlaku umum tapi ada beberapa baliho yang membingungkan yaitu ketika kita melihat gambar seoarang calon yang kemudian di belakangny ada lagi gambar orang lain yang di buat sebagai latar belakangnya.

Sebuah pertanyaan jenaka kemudian timbul, “ ini yang akan menjadi pemimpin gambar yang di depan atau yang di belakangnya “

Ironis memang disaat sekarang ini masih ada calon pemimpin yang mencoba mencari simpati rakyatnya dengan mengelu – elukan prestasi dan kebesaran orang tua atau keluarganya yang masa keemasanya telah berahir atau hampir berahir. Artinya seakan – akan bangsa ini akan ia bawa kembali ke nostalgia masa lalu. Dan pada bagian lain masyarakatpun ia giring untuk kembali larut pada nostalgia itu.

Sebagai bangsa yang besar kita memang harus menghargai jasa para pahlawan dan pendiri bangsa ini. Caranya tentu dengan membangun dan mencoba untuk terus melangkah kearah yang lebih baik menuju masa depan yang di cita – citakan oleh para pahlawan tersebut.

Anak pahlawan tentu tidak dilarang untuk memimpin negeri ini, sebagaimana anak bangsa lainnya mereka punya kesempatan sama dan punya hak yang sama untuk itu. Namun satu hal yang terpenting adalah bahwa tentu kita berharap mereka punya kepercayaan diri, tidak hanya berambisi dan cobalah menempatkan orang tuanya yang pahlawan tersebut sebagai pahlawan bangsa dan bukan pahlawan keluarga. Janganlah memanfaatkan kebesaran masa lalu mereka, karena masa lalu mereka adalah masa lalu semua bangsa. Mereka menjadi besar karena rakyat, dan mereka dulu berjuang bersama rakyat. Dengan demikian maka sungguh sebuah penghianatan kepada rakyat jika kemudian kebesaran itu dimanfaatkan sendiri oleh keluarganya untuk kepentingan politik.

Bangsa ini butuh perubahan, dan perubahan itu adalah kemajuan bangsa. Perubahan tentu tidak dapat hanya di artikan sebagai pergantian kepemimpinan. Apalah artinya pergantian presiden kalau kemudian perubahan yang terjadi hanya orangnya. Kita mengharapkan semoga pada 2009 nanti presiden dan pemerintahan terpilih dapat melanjutkan pembangunan dengan tidak terlalu focus pada hal – hal yang telah kedaluarsa atau masa lalu.

 

Kita semua bangga dengan Indonesia yang berwibawa, tidak cengeng, tidak grasah – grusuh. Untuk itu kita harus memilih pemimpin yang juga berwibawa, bermental baja, dan seorang negarawan sejati yang mendahulukan kepentingan bangsa yang lebih besar dari hanya sekedar kepentingan politik sesaat demi menjaga popularitas.

Kita bangga bila melihat seorang pemimpin yang rela di hujat karena kebijakan yang tidak popular, tapi kemudian dapat menunjukan kepada rakyat bahwa kebijakan itu adalah demi penyelamatan bangsa secara keseluruhan.