Jumat, 16 Januari 2009

FPD Tolak Penghapusan Fraksi di DPR

Partai Demokrat menentang wacana pembubaran fraksi DPR. Partai pendukung utama Presiden SBY ini menganggap pihak yang mengusulkan pembubaran fraksi di DPR tak memahami logika berpikir.

"Logikanya di mana? Fraksi dihapus sama saja meniadakan jabatan Ketua DPR," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Syarief Hasan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Januari 2009 kepada detikcom.

Syarief meminta pihak yang mewacanakan pembubaran fraksi agar memahami logika penyusunan DPR. Ia menambahkan bahwa para wakil rakyat yang masuk ke DPR harus melalui jalur partai politik. Sementara kepentingan partai di DPR berdasarkan UU Susduk disalurkan lewat jalur fraksi. "Sehingga anggota DPR harus masuk ke salah satu fraksi," tambahnya.

Syarief yang akan maju menjadi caleg DPR-RI nomor urut 1 dari dapil Jawa Barat III ini menolak anggapan bahwa fraksi membatasi kinerja anggota DPR. "Kami tugasnya men-support mereka kok," ujarnya.

Partai Demokrat bukan satu-satunya yang menolak wacana pembubaran ( Dikutip dari News Demokrat 17 Jan 09 )

PENGUSAHA HARUS PUNYA HATI TURUNKAN HARGA

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada pengusaha untuk menurunkan harga dan menyesuaikannya dengan harga BBM yang telah dipangkas sebanyak tiga kali.

"BBM turun, automatis listrik turun. Kalau listrik industri turun, cost of production juga berkurang. Pengusaha ya harus punya hati. Pengusaha-pengusaha juga harus menyesuaikan harganya," ujarnya, ketika memberikan sambutan, dalam acara silaturahmi Legiun Veteran Republik Indonesia (LIRA), di Istana Negara, Jakarta, Selasa 13 Januari 2009.

Presiden juga memita restu di hadapan para veteran, agar ekonomi Indonesia bisa tetap tumbuh di tengah krisis, minimal 4,5 persen atau 5,5 persen.

"Target pertumbuhan ekonomi kita koreksi. Karena banyak negara yang tadinya tujuh persen dikoreksi dua persen. Tapi Insya Allah hanya mengoreksi hanya satu persen dari pertumbuhan," papar Presiden seperti disiarkan Okezone.

 

Jumat, 09 Januari 2009

SBY, Presiden Ideal 2009

Saya rasa tidaklah terlalu berlebihan jika saya mengatakan bahwa SBY jauh lebih ideal sebagai presiden Republik Indonesia 2009 di bandingkan calon yang lainnya. Memang ini bisa dikatakan hanya pendapat pribadi dari seorang rakyat Indonesia yang tak begitu mengerti tentang politik di Negeri ini. Namun satu hal yang pasti adalah bahwa suara rakyat adalah suara tuhan, dan saya adalah salah satu dari rakyat itu.

Tentu sebagai seorang masyarakat kecil tidaklah terlalu rumit dalam membuat keputusan tentang siapa yang terbaik untuk memimpin bangsa ini. Tidak ada intrik dan lobi lobi yang mempengaruhi pilihan hati saya. Hanya ada satu hal yang mempengaruhi yaitu hanya sekedar perbandingan dari para calon yang telah terlihat dan terdengar yakni SBY telah membuktikan, yang lain baru bercita- cita. Ibarat sebuah perjalanan, walaupun terjal dan berliku namun sekarang kepemimpinan SBY telah berada dalam perjalanan, sementara calon pemimpin yang lain baru akan merintis perjalanan itu.